
Perkara Makan di Perantauan
Tidak ada ruginya jika tinggal di rumah. Sebagian besar uang saku atau hasil bekerja sambilan dapat dialokasikan untuk fokus pada pengembangan diri maupun dibelanjakan untuk kebutuhan dan keperluan pribadi.

Tidak ada ruginya jika tinggal di rumah. Sebagian besar uang saku atau hasil bekerja sambilan dapat dialokasikan untuk fokus pada pengembangan diri maupun dibelanjakan untuk kebutuhan dan keperluan pribadi.

Food Not Bomb (FNB) dilaksanakan setiap akhir pekan di Galeri Joli Jolan sebagai upaya redistribusi makanan bergizi dari warga untuk warga secara gratis.

Berhentilah sejenak untuk mengatur ulang strategi dan melakukan evaluasi. Tidak ada yang salah dengan menyesuaikan strategi.

Pakaian hanya sebatas kain yang menempel pada tubuh, identitas utuh tidak akan pernah bisa diukur dari sana. Identitas tumbuh jujur dalam pikiran dan konsistensi dalam bersikap di keseharian.

Konsep barter di dunia perbukuan bisa menjadi solusi bijak untuk menambah ilmu sekaligus berhemat, serta dapat diterapkan dalam pemerataan akses literasi.

Apabila menginginkan transformasi berkelanjutan, kita perlu berbenah bersama membangun kesadaran kolektif baru yang lebih konstruktif.

Kekuatan hegemonik dalam bentuk apa pun paling takut pada satu hal: ingatan yang dirawat. Aksi-aksi di jalanan mungkin bisa dibubarkan. Kata-kata yang diucapkan di ruang diskusi mungkin bisa diredam. Namun, apa yang telah selesai ditulis, direkam, dan kemudian diarsipkan secara estetis, ia akan tetap tinggal.

Kebebasan berserikat dan berekspresi memang dijamin oleh Undang-Undang, namun dalam praktiknya, pekerja masih kerap mengalami intimidasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kota Surakarta tengah berupaya menginisiasi pendekatan strategis dalam advokasi keselamatan jalan yang digerakkan oleh anak-anak muda.

Trotoar sendiri sebetulnya bukan untuk sirkulasi dan parkir kendaraan bermotor, sehingga memunculkan konflik perebutan atas ruang trotoar yang lebarnya memang terbatas.

Website Diva UMKM resmi diluncurkan sebagai etalase digital yang menunjang pelaku UMKM perempuan dan disabilitas mengembangkan usaha, memperluas jaringan, dan menciptakan peluang.

Rumah adalah hak, bukan barang dagangan, dan kita bisa mengusahakannya bersama di tengah minimnya sokongan negara melalui koperasi perumahan.

Joli Jolan menyediakan berbagai macam buku yang siap diadopsi di Gen Darling Fest 2026, yang bertempat di Selasar Hall De Tjolomadoe. Turut hadir dalam acara, Idgitaf dan Pandawara Group.

Joli Jolan hadir sebagai upaya membumikan budaya konsumsi secara berkesadaran, mewujudkan masyarakat yang mulai memahami pentingnya kesadaran lingkungan.

Antusiasme yang semakin meningkat mendorong Joli Jolan untuk melakukan terobosan dan pembenahan, yakni memberlakukan nomor antrean untuk masuk ke Joli Jolan.

Joli Jolan kembali mendistribusikan pakaian preloved berkualitas untuk berhari raya secara cuma-cuma.

Selaras dengan tagline Gangsal (Pegang Solidaritas), Joli Jolan diharapkan tetap memegang erat solidaritas agar semakin berdampak baik dan meluas.

Joli Jolan menyediakan sudut khusus bagi anak-anak untuk memilih mainan yang disukainya.

“Gen Z bantu Gen Z” menjadi salah satu wujud solidaritas di kalangan Gen Z untuk saling berbagi pengetahuan seputar isu-isu lingkungan.

Taman Belajar Kedungampel berdiri sebagai simbol bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta ini menjadi kesempatan dalam menumbuhkan nilai toleransi sejak dini bagi warga Desa Bolali.

Yang menjadi prioritas Joli Jolan bukanlah mendapat donasi sebanyak-banyaknya, tetapi donasi secukupnya dengan kualitas yang terjaga dan sesuai kebutuhan.

Kegiatan yang merupakan kepedulian nyata mahasiswa terhadap masyarakat ini menyajikan pakaian gratis, buku, dan boneka layak pakai hasil donasi yang dikelola Ruang Solidaritas Joli Jolan.

Manfaatkan waktu libur sekolah untuk menemani Si Kecil belajar menjadi storyteller.

Merawat barang mungkin terlihat sebagai kebiasaan kecil, tetapi kebiasaan itulah yang dapat membuat kita belajar bahwa tidak semua hal yang rusak harus diganti.

Tidak semua barang yang kita miliki akan selalu berakhir bersama kita selamanya. Ketika fase barang tersebut telah selesai membersamai kita, saatnya barang tersebut melanjutkan cerita di tempat lain.

Memperpanjang usia pakai barang menjadi salah satu cara sederhana dalam mengurangi limbah sekaligus menekan dampak dari pola konsumsi yang berlebihan.

Memberi bukan hanya soal seberapa banyak kita keluarkan, tetapi juga tentang apa yang bisa terus bertumbuh setelahnya. Sebagian besar keberlangsungan gerakan sosial justru lahir dari kontribusi kecil yang dilakukan bersama-sama.

Memberi jeda 24 jam sebelum membeli barang bisa menjadi langkah sederhana untuk memastikan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik karena ada penawaran sesaat.

Kebiasaan menyewa barang sejalan dengan konsep sharing economy, yaitu memanfaatkan sumber daya yang sudah ada agar penggunaannya lebih optimal dan tidak berlebihan.